This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 25 Oktober 2011

Pengenalan .NET

Inti dari .NET adalah NET Framework. Pertama kali dirilis pada tahun 2002, membawa perubahan besar bagi kehidupan orang-orang yang menulis perangkat lunak Windows dan orang-orang yang mengelolanya. Gambar 1-1 menunjukkan dua Framework bagian utama: CLR dan NET Kerangka library Class. Sebuah aplikasi .NET selalu menggunakan CLR, dan juga dapat menggunakan bagian apapun membutuhkan Class Library.

Gambar 1-1. NET Framework. Runtime (CLR) dan. NET Kerangka library Class.


Framework. NET adalah dasar untuk membuat aplikasi Windows

Setiap aplikasi yang ditulis menggunakan Kerangka tergantung pada CLR. Antara lain, CLR menyediakan seperangkat tipe data, bertindak sebagai dasar untuk C #, VB, dan semua bahasa lain yang menargetkan NET Framework.. Karena yayasan iniadalah sama tidak peduli bahasa yang mereka pilih,pengembang melihat lingkungan yang lebih konsisten.
CLR menyediakan dasar umum untuk semua bahasa .NET

Perspektif: Kerangka .NET vs Java Environment


Pengembangan perangkat lunak mainstream hari ini sebagian besar telah terpecah menjadi dua kubu. Microsoft, mempromosikan NET Framework, Berada di salah satu, sementara sebagian besar vendor lain mendukung lingkungan JAVA . Setiap teknologi memiliki penggemar dan pencela, dan masing-masing memiliki dasar.

Untuk melihat seberapa mirip, membandingkan gambar di atas dengan Gambar 1-1.Kedua lingkungan mendukung jenis aplikasi yang sama, dan keduanya menyediakan library standar besar untuk membantu membangun aplikasi tersebut. Library JAVA, sebagian besar yang sekarang dikenal sebagai Java 2 Enterprise Edition (J2EE atau hanya JEE) Java Server Pages meliputi (JSP) untuk Web scripting, Swing untuk membangun GUI, JAX-WS (sebelumnya JAX-RPC) untuk komunikasi servicesbased Web, Enterprise JavaBeans (EJB) untuk membangun aplikasi server terukur, JDBC untuk akses database, dan Class-Class lain. Teknologi ini analog dengan, NET Framework itu. ASP.NET Windows Forms, ASP.NET Web Services, Enterprise Services, dan ADO.NET, masing-masing. Mesin virtual Java juga banyak seperti NET Framework CLR itu., Dan bahkan semantik dari Bahasa Pemrograman dominan Microsoft C # dan VB vs Java yang cukup mirip.

Ada juga perbedaan, tentu saja. Satu perbedaan jelas antara keduanya adalah bahwa lingkungan Java berjalan pada sistem operasi yang beragam, sedangkan NET Framework. Berfokus pada Sistem Operasi Microsoft Windows. Trade-off di sini adalah jelas: Portabilitas adalah baik, tetapi mencegah integrasi yang erat dengan sistem satu, dan integrasi juga baik. Anda tidak dapat memiliki segalanya, setidaknya tidak semua pada waktu yang sama. Juga, produk berbasis Java tersedia dari beberapa vendor, sementara Microsoft hanya menyediakan NET Framework. JAVA berbeda vendor dapat memberikan ekstensi yang berbeda dengan spesifikasi inti, sehingga para pengembang agak terkunci ke satu vendor. Namun, portabilitas di seluruh platform Java berbeda adalah mungkin, sedangkan NET Framework. Jelas ikatan aplikasi Anda ke Microsoft.

kompetisi itu pada akhirnya menimbulkan hal yang baik. Kedua kamp memiliki ide bagus, dan masing-masing telah meminjam dari yang lain. Setelah satu teknologi benar-benar dominan, apakah NET Framework. Atau JAVA, akan menghasilkan monopoli melemahkan, sementara memiliki selusin pilihan yang layak akan mengakibatkan anarki. Dua pesaing kuat, masing-masing bekerja untuk mengalahkan yang lain, adalah tepat.

Aplikasi ditulis dalam bahasa . NET dapat menggunakan kode di Class Library Kerangka NET. Di antara teknologi yang paling penting yang disediakan di library ini adalah sebagai berikut:

ASP.NET: Class difokuskan pada pembangunan aplikasi browser diakses.

Windows Forms: Class untuk membangun antarmuka pengguna Windows grafis (GUI) dalam bahasa pemrograman berbasis CLR.

Layanan Web ASP.NET (juga disebut ASMX): Class untuk membuat aplikasi yang berkomunikasi dengan aplikasi lain yang menggunakan layanan Web.

Enterprise Service: Class yang menyediakan transaksi terdistribusi, kontrol objek misalnya, dan layanan lainnya yang berguna untuk membangun handal, aplikasi scalable.

ADO.NET: Class difokuskan pada mengakses data yang tersimpan dalam sistem manajemen database relasional (DBMS).

. NET Framework Class library menyediakan kode standar untuk fungsi-fungsi umum.

Karena ini deskripsi singkat menunjukkan, .NET Framework Class library dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi. Dan karena semua layanan di library ini dibangun di CLR, aplikasi dapat menggabungkan mereka sesuai kebutuhan. Sebuah aplikasi browser yang dibuat menggunakan ASP.NET, misalnya, mungkin menggunakan ADO.NET untuk mengakses data yang tersimpan dan Layanan Enterprise untuk melakukan transaksi terdistribusi.


Software yang menggunakan NET Framework. (Dan dengan demikian bergantung pada CLR) disebut kode sebagai dikelola.Seperti Gambar 1-2 menunjukkan, aplikasi dapat dibangun semata-mata dari kode dikelola, mengandalkan sepenuhnya pada CLR dan bagian-bagian yang relevan dari library Class. NET Framework. Sebuah aplikasi juga dapat dibangun dari kombinasi kode dikelola dan kode unmanaged biasa, dengan dua berinteraksi diperlukan. Opsi kedua, ditampilkan pada sisi kanan gambar, sangat penting untuk aplikasi yang ada.Kebanyakan baru Windows aplikasi yang dibuat saat ini dibangun seluruhnya dalam kode dikelola, tetapi juga dapat berguna untuk memperpanjang pra-NET aplikasi dengan kode dikelola. Dan meskipun tidak ditunjukkan dalam gambar, itu masih mungkin untuk membuat aplikasi baru Windows sepenuhnya di unmanaged codeusing Framework. NET

Gambar 1.2



Referensi : Understanding .NET, Second Edition by.David Chappell

Senin, 23 Maret 2009

Konfigurasi Static Routing



Apa itu rouer? Router adalah salah satu alat atau hardware yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan ke jaringan lainnya (baik LAN dengan LAN maupun LAN dengan WAN) yang tujuannya agar host pada jaringan yang satu bisa berkomunikasi dengan host pada jaringan yang lain.Router bekerja dengan cara menggunakan routing tabel yang disimpan dalam memorynya untuk membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan.Sedangkan routing table berisi entri dengan IP address interface router dari network yang lain.

Dalam me-routing Router bisa di lakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara static dan dynamic
•Routing Static tidak ada informasi sharing diantara sesama Router.hal ini disebabkan karena routing tabelnya diset secara manual dan disimpan dalam Router.jadi Router hanya tau satu jalur yang dia lewati..sementara
•Routing Dinamic mampu membuat routing tabelnya sendiri..sehingga dia dapat menentukan jalur mana yang bagus untuk di lewati…karena anatara sesame Router akan selalu mengirim informasi jalur yang di lewati..jadi pada saat kita Router mengirim sebuah paket,Router sendiri yang menentukan jalur mana yang akan di lewati.routing dynamic juga terbagi menjadi beberapa diantaranya RIP,RIPv2, IGRP, EIGRP, OSPF dan lain-lain

Ok kita langsung aja ke TKP,dibawah ini terdapat sebuah gambar yang nantinya kita akan mengkonfigurasi sehingga antara Router1 dan Router 2 bisa saling komunikasi dan PC yang terhubung dengan Router1 bisa berkomunikasi dengan pc yang terhubung dengan Router2



Pada kesempatan ini saya akan mencoba menseting router secara static
Sebelum kita masuk ke perintah ada baiknya kita mengetahui tingkat akses perintah pada router dan cara mengkongigurasinya .dibawah ini adalah contoh dari tingkat akses perintah dari router dan cara konfigurasi
Tingkat akses perintah pada router:
• .User mode ,biasanya ditandai dengan tanda “>”. pada tingkatan ini user hanya bisa melihat status/konfigurasinya saja tanpa ada hak akses untuk merubah konfigurasi didalamnya.
• .Privileged mode ,user akan masuk ke tingkat akses ini setelah mengetikkan ena di tingkat user mode. biasanya ditandai dengan “#”. jika pada interface ini sudah diberi password maka user harus meng-inputkan password agar bisa masuk dan merubah konfigurasi router. namun untuk memulai konfigurasi baru setelah masuk pada privileged mode ketikkan conf-t.

Dalam mengkonfigurasi Router dilakukan dengan 2 cara juga yaitu :
1. Melalui Port Console
Console port adalah sebuah port pada Router yang disediakan untuk menghubungkan Router tersebut pada dunia luar. Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada Router tersebut. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC
2. Melalui Network
Cara ini bisa dikatakan lebih menguntungkan bagi para Network Administrator jaringan,karena Router bisa di remote dari luar asalkan network interface Routernya sudah diset untuk keperluan telnet.


Pada kesempatan ini kita coba untuk yang routing static.berikut cara men-setting router seperti gambar di atas:



Untuk konfigurasi Router 1 seperti dibawah ini :

Router>en (/*masuk ke previleged mode)
Router#conf (/*masuk ke global configuration mode)
Router#configure ter
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router1 (untuk memberi nama router)
Router1(config)#in s0/0/0 (untuk masuk di interface serial 0/0/0)
Router1(config-if)#ip add 202.134.10.1 255.255.255.252
Router1(config-if)#clo
Router1(config-if)#clock rate 64000
(/*Perlu dilakukan setting clock rate karena Router1 menggunakan kabel DCE (ketika menghubungkan antara 2 router diperlukan kabel DTE dan DCE), angka 64000 merupakan default clock rate.*/)
Router1(config-if)#no shu
Router1(config-if)#no shutdown (/*memerintahkan agar interface tersebut menyala (change state to up)

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to down
Router1(config-if)#ex (untuk keluar dari interface)
Router1(config)#in f0/0(masuk ke interface fastethernet 0/0)
Router1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shu
Router1(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router1(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0, changed state to up
Router1(config-if)#ip route 192.168.2.1 255.255.255.0 202.134.10.2 (/*untuk mengatur jalur yang akan dilewati sebuah router jika berkomunikasi dengan router lain)
Router1(config)#exit

Konfigurasi Router 2 sebagai berikut

Router>en (/*masuk ke previleged mode)
Router#conf
Router#configure ter
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router2
Router2(config)#in s0/0/0
Router2(config-if)#ip add 202.134.10.1 255.255.255.252
Router2(config-if)#no shu
Router2(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to down
Router2(config-if)#ex
Router2(config)#in f0/0
Router2(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shu
Router2(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router2(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0, changed state to up
Router2(config-if)#ip route 192.168.2.1 255.255.255.0 202.134.10.2 (/*untuk mengatur jalur yang akan dilewati sebuah router jika berkomunikasi dengan router lain)
Router2(config)#exit


kemudian test ping dari PC1yang terhubung ke Router1 ke PC4 yang terhubung pada router 2 begitupun sebaliknya.jika hasilnya seperti gambar dibawah ini maka anda telah sukses dalam mengseting router secara static

Dari PC1 ke PC4


Dari PC4 Ke PC1



Semoga bisa bermanfaat!!!

Keterangan:
Dalam uji coba ini saya gunakan Software simulasi jaringan yaitu Paket Tracer versi 5.1

Minggu, 01 Maret 2009

CONFIGURATION REGISTER CISCO ROUTER

Cisco mempunyai software register 16 bit yang ditulis pada nonvolatile memory. Configuration register diatur secara default untuk me-load Cisco IOS dari flash dan me-load startup-config dari NVRAM

Kita bisa mengubah configuration register untuk keperluan:
Memaksa system untuk masuk bootstrap monitor
Memilih sebuah boot source dan default boot filename
Enable atau men-disable fungsi break
Mengontrol alamat broadcast
Mengatur baud rate terminal console
Me-load software operating dari ROM
Booting dari TFTP server

Konfigurasi default pada Cisco router adalah 0×2102
Nomor bit pada configuration register




Prefix 0x pada alamat configuration register (0×2102) untuk menunjukkan bilangan yang digunakan adalah hexadecimal

Maksud dari Nomor Bit


Bit ke 6 digunakan untuk mengabaikan isi dari NVRAM

Boot field


Untuk boot ke mode ROM Monitor atur configuration register ke 0×2100, kemudian reboot router. Pada router akan muncul rommon>


Untuk booting ke mini-IOS images pada ROM (dikenal sebagai RXBOOT), atur configuration register ke 0×2101. Maka akan tampil router(boot)> Jika ini jenis router lama, atau akan muncul rommon 1> jika router berbasiskan RISC terbaru dengan sebuah “smart ROM” pengganti dari mini IOS.

Nilai dari 0×2102 sampai 0×210F untuk memberi tahu pada router untuk menggunakan perintah boot yang spesifik di NVRAM. Semua nilai dalam bentuk hexadecimal, skemanya adalah 0-9 dan A-F. (A=10, B=11, C=12, D=13, E=14, dan F=15). Sehingga kita mengatur configuration register sampai 210(15), atau 1111 dalam bentuk binary.

MENGUBAH CONFIGURATION REGISTER

Sebelum mengubah configuration register, maka perlu mengetahui nilai configuration register yang sudah ada. Pada router ketikkan perintah:

Router>enable

Router#show version

Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport

Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.

Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team

ROM: System Bootstrap, Version 12.3(8r)T8, RELEASE SOFTWARE (fc1)

System returned to ROM by power-on

System image file is “flash:c1841-advipservicesk9-mz.124-15.T1.bin”

This product contains cryptographic features and is subject to United

States and local country laws governing import, export, transfer and

use. Delivery of Cisco cryptographic products does not imply

third-party authority to import, export, distribute or use encryption.

Importers, exporters, distributors and users are responsible for

compliance with U.S. and local country laws. By using this product you

agree to comply with applicable laws and regulations. If you are unable

to comply with U.S. and local laws, return this product immediately.

A summary of U.S. laws governing Cisco cryptographic products may be found at:

http://www.cisco.com/wwl/export/crypto/tool/stqrg.html

If you require further assistance please contact us by sending email to

export@cisco.com.

Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory.

Processor board ID FTX0947Z18E

M860 processor: part number 0, mask 49

2 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)

191K bytes of NVRAM.

31360K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)

Configuration register is 0×2102

Untuk mengubah configuration register

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#config-register 0×2101

Router(config)#^Z

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Router#show version

Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport

Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.

Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team

ROM: System Bootstrap, Version 12.3(8r)T8, RELEASE SOFTWARE (fc1)

System returned to ROM by power-on

System image file is “flash:c1841-advipservicesk9-mz.124-15.T1.bin”

This product contains cryptographic features and is subject to United

States and local country laws governing import, export, transfer and

use. Delivery of Cisco cryptographic products does not imply

third-party authority to import, export, distribute or use encryption.

Importers, exporters, distributors and users are responsible for

compliance with U.S. and local country laws. By using this product you

agree to comply with applicable laws and regulations. If you are unable

to comply with U.S. and local laws, return this product immediately.

A summary of U.S. laws governing Cisco cryptographic products may be found at:

http://www.cisco.com/wwl/export/crypto/tool/stqrg.html

If you require further assistance please contact us by sending email to

export@cisco.com.

Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory.

Processor board ID FTX0947Z18E

M860 processor: part number 0, mask 49

2 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)

191K bytes of NVRAM.

31360K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)

Configuration register is 0×2102 (will be 0×2101 at next reload)



PASSWORD RECOVERY

Bit ke 6 pada configuration register merupakan bit yang digunakan untuk memberi tahu router apakah harus menggunakan isi dari NVRAM, atau malah sebaliknya untuk mengabaikan isi dari NVRAM.

Nilai default dari configuration register adalah 0×2102, dimana bit ke tersebut dinyatakan off, jika nilai ini off maka router akan mencari dan me-loading konfigurasi yang disimpan pada NVRAM (startup-config). Untuk melakukan recovery password, kita perlu memberi nilai pada bit ke 6 tersebut, sehingga router akan mengabaikan startup-config yang terdapat pada NVRAM, sedangkan konfigurasi mengenai password tersendiri disimpan pada startup-config tersebut, jika startup-config diabaikan maka router tidak akan membaca password yang sudah ada.

Untuk melakukan recovery password pada router, hubungkan router pada program hyperterminal. Setelah itu matikanlah router, kemudian pada keyboard computer tekan Control+break, dan nyalakan lagi router. Router akan masuk ke ROM monitor, pada ROM monitor ketik perintah confreg 0×2142


rommon 1 > confreg 0×2142

rommon 2 > reset

Setelah direset maka router akan masuk ke configuration dialog, ketik no

System Bootstrap, Version 12.3(8r)T8, RELEASE SOFTWARE (fc1)

Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory.

Self decompressing the image :

########################################################################## [OK]

Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is

subject to restrictions as set forth in subparagraph

(c) of the Commercial Computer Software - Restricted

Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph

(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer

Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

cisco Systems, Inc.

170 West Tasman Drive

San Jose, California 95134-1706

Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport

Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.

Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team

Image text-base: 0×60080608, data-base: 0×6270CD50

This product contains cryptographic features and is subject to United

States and local country laws governing import, export, transfer and

use. Delivery of Cisco cryptographic products does not imply

third-party authority to import, export, distribute or use encryption.

Importers, exporters, distributors and users are responsible for

compliance with U.S. and local country laws. By using this product you

agree to comply with applicable laws and regulations. If you are unable

to comply with U.S. and local laws, return this product immediately.

A summary of U.S. laws governing Cisco cryptographic products may be found at:

http://www.cisco.com/wwl/export/crypto/tool/stqrg.html

If you require further assistance please contact us by sending email to

export@cisco.com.

Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory.

Processor board ID FTX0947Z18E

M860 processor: part number 0, mask 49

2 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)

191K bytes of NVRAM.

31360K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)

Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport

Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.

Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team

— System Configuration Dialog —

Continue with configuration dialog? [yes/no]:

Masuk ke privileges mode

Router>enable

Kemudian masuk ke Global Configuration Mode

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Berikan password yang baru

Router(config)#enable secret candra

Kembalikan konfigurasi kenilai default

Router(config)#config-register 0×2102

Router(config)#^Z

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Simpan ke startup config

Router#copy run startup-config

Destination filename [startup-config]?

Building configuration…

[OK]

Reload router

Router#reload

Proceed with reload? [confirm]

%SYS-5-RELOAD: Reload requested by console. Reload Reason: Reload Command.

System Bootstrap, Version 12.3(8r)T8, RELEASE SOFTWARE (fc1)

Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory.

Self decompressing the image :

########################################################################## [OK]

Restricted Rights Legend

Use, duplication, or disclosure by the Government is

subject to restrictions as set forth in subparagraph

(c) of the Commercial Computer Software - Restricted

Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph

(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer

Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.

cisco Systems, Inc.

170 West Tasman Drive

San Jose, California 95134-1706

Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport

Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.

Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team

Image text-base: 0×60080608, data-base: 0×6270CD50

This product contains cryptographic features and is subject to United

States and local country laws governing import, export, transfer and

use. Delivery of Cisco cryptographic products does not imply

third-party authority to import, export, distribute or use encryption.

Importers, exporters, distributors and users are responsible for

compliance with U.S. and local country laws. By using this product you

agree to comply with applicable laws and regulations. If you are unable

to comply with U.S. and local laws, return this product immediately.

A summary of U.S. laws governing Cisco cryptographic products may be found at:

http://www.cisco.com/wwl/export/crypto/tool/stqrg.html

If you require further assistance please contact us by sending email to

export@cisco.com.

Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory.

Processor board ID FTX0947Z18E

M860 processor: part number 0, mask 49

2 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)

191K bytes of NVRAM.

31360K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)

Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport

Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.

Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team

%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to administratively down

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to administratively down

%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to administratively down

Press RETURN to get started!

Ketik enable dan masukkan password baru yang kita buat tadi

Router>enable

Password:

Router#

Jika interface pada router sudah ada konfigurasi mengenai IP address dan lain-lain, jangan lupa untuk masuk ke Interface mode karena seluruh interface kembali berada dalam kondisi down.

Sumber dari situs Candra.unsri.ac.id dengan judul Configuration Register

Sabtu, 14 Februari 2009

Mengatasi Lupa Password Deep Freeze 5 dan Lupa Password Deep Freeze 6

Deep Freeze adalah salah satu program "pengaman" yang paling populer di warnet. Program ini memang cukup powerfull dalam menghadapi virus maupun tingkah laku usil pengunjung warnet. Apapun perubahan yang dilakukan oleh virus maupun pengunjung akan dikembalikan seperti kondisi semula oleh DF.


Sayangnya karena terlena oleh kemudahan ini, beberapa admin warnet kadang jadi lupa dengan password DF, akibatnya admin kebingungan ketika hendak menginstall program baru karena program tersebut akan ditendang lagi oleg Deep Freeze.

Berikut ini salah satu cara untuk mereset password DeepFreeze yang sudah saya coba dengan DF 5 dan DF 6.

Untuk DF 5 :

1. Install Df di kompie lain yang tidak terproteksi dengan DF. Set passwordnya sesuka anda. Agar saat ini rekan-rekan dengan saya, kita anggap saja password barunya adalah "bakmi"(tanpa tanda kutip).

2.Untuk DF 5, password DF tersebut disimpan di file bernama Persi0.sys yang terletak di drive C

Cara mereset passwordnya logikanya lumayan gampang seh : Kita replace saja file persi0.sys lama yang passwordnya kita lupa dengan file persi0.sys baru yang tentu saja passwordnya kita tahu karena baru saja kita buat.

3. hanya saja sampe saat ini proses mereplace ini setahu saya ternyata nggak gampang-gampang amat karena belum ada yang bisa melakukan dalam normal windows. (Bagi rekan-rekan yang tahu caranya silakan memberi masukan ). File persi0.sys tidak mau ditindih dengan file persi0.sys baru dalam normal wondows karena terproteksi oleh DF yang sedang berjalan.

4. Karena file persi0.sys tidak bisa diganggu gugat dalam normal windows maka kita terpaksa mencari cara lain. Anda bisa mencoba memakai sistem operasi lain, sistem operasi portabel, dan sebagainya untuk mereplace file persi0.sys. Tetapi saya pribadi cukup puas dengan memakai Recovery Consol milik Windows XP Prof Edition.

5. Anggap saja kita memakai CD Windows XP Professional untuk masuk DOS versi XP(Recovery Console Windows XP). Restart komputer. Set BIOS untuk boot lewat CD. Tekan enter untuk masuk CD Windows. Tunggu sampai muncul tulisan Windows XP Professional Setup. Muncul 3 pilihan : To Setup Windows XP Now, press Enter ; To repair a Windows XP installation using Recovery Console, press R ; To quit setup without installing Windows XP, press F3. Pilih/tekan R (to repair) untuk masuk ke dalam Recovery Console.

6. Isikan password admin anda. Bila dulu saat anda menginstall, tidak memasang password, tinggal tekan enter. Muncul prompt : C:Windows>

7.Copi file Persi0.sys dengan nama lain. Karena file Persi0.sys menyimpan password Bakmi, maka pada contoh ini file persi0.sys saya copi menjadi Bakmi.sys.

C:Windows> cd c: ---- pindah direktori ke C:

C:>copy persi0.sys Bakmi.sys ---- copi persi0.sys dengan nama lain

C:>exit ---- keluar

8. Masuk windows normal, copikan file Bakmi.sys di komputer teman anda tersebut ke dalam CD atau USB.

9. Selanjutnya masuk komputer anda yang DeepFreeze-nya terpassword. Copikan file bakmi.sys yang sudah anda buat ke dalam drive yang tidak diproteksi oleh DeepFreeze. Bila drive C diproteksi oleh DeepFreeze maka jangan masukkan bakmi.sys ke drive C, karena file ini akan dihapus oleh DeepFreeze. Anggap saja kita kopikan bakmi.sys ke drive D. Windows Recovery Console seperti cara sebelumnya. Rename file persi0.sys dengan nama lain. Copikan file bakmi.sys di drive D menjadi persi0.sys di drive C.

C:Windows>cd c: ----- pindah direktori

C:>ren persi0.sys Cp_persi0.sys ----- rename persi0.sys dengan nama lain

C:>copy d:Bakmi.sys c:persi0.sys ----- copy file baru menjadi persi0.sys

C:>exit

10. Masuk Windows, Masuk program DeepFreeze(konfigurasi) : Tekan Ctrl+Shift pada keyboard sambil mengklik icon DeepFreeze di Taskbar. Muncul kotak password. Isikan dengan password yang baru saja anda buat yaitu : Bakmi. Anda sudah bisa masuk file konfigurasi, tanpa perlu menginstall ulang DeepFreeze.Tanpa perlu install ulang windows.

Catatan :

Bila anda melakukan cara yang lebih ekstrim, seperti menghapus/merename file persi0.sys tanpa menggantikannya dengan file lain maka ada resiko system menjadi tidak stabil atau icon DeepFreeze-nya malah hilang dari Taskbar.

Ide-ide di atas bisa anda coba, bila DeepFreeze anda mengalami kerusakan sehingga meskipun anda ingat passwordnya tetapi program DeepFreeze itu sendiri hilang lenyap tidak tampak di Taskbar dan tidak bisa dipanggil. Kemungkinan besar ada file yang corrupt, bisa jadi file tersebut adalah file persi0.sys. Coba lakukan cara yang sama.

Untuk Deep Freeze versi 6 :

Caranya persis sama dengan Deep Freeze versi 5. Hanya saja untuk versi tertentu namanya lain yaitu $persi0.sys. Jadi kalau untuk DF versi 5 yang harus anda replace adalah file persi0.sys untuk DF versi 6 file yang harus anda replace adalah $persi0.sys (ada tambahan tanda dollar di depan).

Lha cara mereplacenya tentunya suka-suka anda, mau pake Linux, mau pake DOS, pake sistem oparasi portabel ya terserah situlah. Pada contoh ini saya cukup memanfaatkan Recovery Consolnya XP saja, karena nggak merasa butuh program lain.




Sumber dari situs blog.ardi85.web.id dengan judul Mengatasi Lupa Password Deep Freeze 5 dan Lupa Password Deep Freeze 6

CARA CEPAT MENULIS DAFTAR ISI DI MICROSOFT WORD 2007

Maksud dari cara cepat disini ialah Anda tak perlu mengetik daftar isi tulisan Anda satu persatu, microsoft word 2007 akan langsung mengetikkan secara otomatis satu persatu untuk Anda

Caranya yaitu:

Untuk nama Bab (chapter) pakai style Heading 1, untuk nama sub Bab (sub chapter) pakai style Heading 2, untuk nama sub sub Bab (sub sub chapter) pakai style Heading 2 dan begitu juga selanjutnya.

Setelah itu, buka halaman baru dimana Anda ingin menampilkan daftar isi dari tulisan Anda. Lalu klik References tab di menu microsoft word 2007 dan kemudian pilih Table of Contents dan kemudian pilih lagi Insert Table of Contents…

Lalu sekarang Anda berada pada kotak dialog Table of Contents lalu klik Ok maka sekarang Anda bisa melihat daftar isi yang telah dibuat secara otomatis oleh microsoft word 2007.
Sumber dari situs Indoanswer.com dengan judul CARA CEPAT MENULIS DAFTAR ISI DI MICROSOFT WORD 2007